Pemprov DKI lakukan Monitoring Berita Secara Khusus
Jakarta,
21/09/18 (Blueprint Journalist). Pemprov DKI Jakarta memiliki bagian Kehumasan yang salah
satunya adalah seksi Analisis Monitoring Berita atau yang biasa di sebut AMB.
AMB bertugas untuk memonitoring atau memantau segala macam kegiatan pemberitan
media, khususnya pengawasan yang behrubungan langsung dengan kegiataan atau
segala bentuk kebijakan Pemrov DKI Jakarta.
Di dalam seksi ini tugas dan pembagian kerja di bagi kedalam 3 team yaitu, pengawasan di media TV, pengawasan di media cetak seperti koran, dan pengawasan di berbagai macam media online. Seksi AMB selalu melakukan pemantauan langsung dengan bantuan system khusus dalam setiap pemonitoringannya. Salah satu yang paling jelas terlihat adalah, di depan ruangan AMB, terdapat layar khusus yaang menayangkan sejumlah tayangan dari berbagai stasiun tv indonesia. Yang di sebut sebagai Recording System by Pemrov DKI Jakarta.
Selain bertugas di bidang pengawasan, AMB juga bertugas
untuk penganalisaan. Yaitu analisis permasalahan atau hal-hal yang berhubungan
dengan agenda kerja, kebijakan atau keputusan dari Pemrov DKI. Analisis yang
dilakukan yaitu dengan request dari atasan atau langsung dari bapak Gubernur.
Salah satunya yaitu penetapan kebijakan ganjil genap menjelang Asian Games di
berbagai jalan di daerah ibu kota.
Pemberitahuan tersebut
disampaikan melalui media, tetapi dipantau secara langsung oleh AMB. Tujuannya
yaitu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak sesuai dengan informasi yang
diberikan langsung dari Pemrov DKI Jakarta, sehingga tidak terjadi kesalahan
dalam penyebaran kebijakan maupun informasi.
Seksi AMB ini sudah ada dan di bentuk sejak masa jabatan bapak Gubernur Fauzi Bowo (2007-2012). Pemprov DKI Jakarta terus berusaha untuk meningkatkan kulitas kerja para anggota pemerintahannya, demi kemajuan ibukota dan pelayanan masyarakat yang baik. Salah satunya yaitu dengan selalu memperbaharui system dalam seksi Analisis Monitoring Berita untuk dapat berkembang mengikuti kemajuan zaman dan teknologi.

Comments
Post a Comment